GEJALA DIABETES
Diabetes dapat terjadi karena penderita kekurangan insulin dan memiliki kadar gula yang tinggi
dalam darah. Apabila Anda mengalami beberapa gejala diabetes, ada baiknya
Anda melakukan pengecekan untuk mengetahui kadar gula darah. Beberapa gejala yang umum terjadi di antaranya adalah:
- Mudah merasa lelah
- Sering buang air kecil
- Penurunan berat badan secara tiba-tiba. Hal ini terjadi karena sewaktu tubuh tidak dapat menyalurkan gula ke dalam sel-selnya, tubuh membakar lemak dan proteinnya sendiri untuk mendapatkan energi.
- Mengalami masalah pada kulit seperti gatal atau borok.
- Sering lapar karena tidak mendapat cukup energi sehingga tubuh memberi sinyal lapar
- Sering merasa sangat haus
- Sering kesemutan pada kaki atau tangan.
- Jika mengalami luka, butuh waktu lama untuk dapat sembuh.
- Perubahan perilaku seperti mudah tersinggung. Penyebabnya karena penderita diabetes tipe 1 sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil sehingga tidak dapat tidur nyenyak.
- Bermasalah dengan hubungan seksual
- Infeksi pada organ intim
Apakah Anda Terkena
Diabetes?
Untuk mengetahui apakah Anda mengidap diabetes, cara terbaik untuk memastikannya adalah dengan melakukan pengecekan. Berikut ini beberapa
alternatif yang bisa Anda lakukan baik secara pribadi atau tes medis.
Berapa kadar gula yang normal?
Kadar gula setelah puasa:
Pradiabetes: 100 - 126 mg/dl
Diabetes: di atas 126 mg/dl
Kadar gula 2 jam setelah makan:
Pradiabetes: 140 - 200 mg/dl
Diabetes: di atas 200 mg/dl
Tes Darah
Sebelum melakukan tes darah, Anda harus berpuasa selama 12
jam. Kadar gula yang normal selama berpuasa adalah di bawah 100 mg/dl. Setelah
itu, pengambilan darah akan dilakukan kembali 2 jam setelah makan, bila
hasilnya di atas 140 mg/dl dapat diartikan Anda positif menderita diabetes.
Tes Urine
Tes urine diperiksa kadar albumin, gula, dan
mikroalbuminurea untuk mengetahui apakah seseorang positif menderita diabetes atau
tidak.
Glukometer
Glukometer merupakan alat untuk mengecek kadar gula darah yang dapat dilakukan sendiri di rumah. Caranya adalah dengan menusukkan jarum pada jari untuk mengambil sampel darah.
Kemudian sampel darah diletakkan ke dalam celah yang tersedia pada alat glukometer. Hasilnya tidak terlalu akurat, tetapi dapat digunakan untuk
memantau gula bagi penderita agar apabila ada indikasi kadar gula tinggi dapat segera
melakukan pengecekan di laboratorium atau menghubungi dokter.
BAHAYA DIABETES
Berikut ini beberapa bahaya serius yang diakibatkan diabetes.
Komplikasi
Diabetes dapat
menyebabkan komplikasi jangka panjang seperti serangan jantung, stroke, kebutaan akibat
glukoma, penyakit ginjal, dan luka yang tidak dapat sembuh hingga infeksi
sehingga harus diamputasi. Bahkan taraf yang paling mengerikan adalah kematian.
Komplikasi-komplikasi ini disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah, kerusakan
saraf, dan ketidaksanggupan tubuh melawan infeksi. Namun, tidak semua penderita
diabetes mengalami masalah-masalah jangka panjang ini. Dengan pengobatan yang rutin, di samping juga melakukan terapi dengan menjaga asupan makan yang bernutrisi dan seimbang, penyakit ini dapat diatasi.
Hipoglikemia
Walaupun tidak baik bila
kadar gula tinggi, tetapi seorang penderita diabetes mellitus atau kencing
manis ini dapat pula secara tiba-tiba mengalami gula darah yang sangat rendah
di bawah ambang normal yang disebut hipoglikemia. Ini juga sangat berbahaya
karena dapat membuat penderitanya gemetar, berkeringat, lelah, lapar, gampang
tersinggung, atau bingung atau detak jantung cepat sekali, pandangan kabur,
nyeri kepala, tubuh kebas, atau kesemutan di sekitar mulut dan bibir. Bahkan
bisa kejang-kejang atau pingsan. Sering kali, menu makanan yang tepat dan waktu
makan yang teratur dapat mencegah timbulnya problem-problem itu. Mengkonsumsi
glukosa, misalnya sari buah atau tablet glukosa, dapat menaikkan kembali kadar
gula darah ke tingkat yang lebih aman hingga makanan lain dapat dikonsumsi.
Ketoasidosis
Jika glukosa tidak dapat
diolah dengan baik oleh tubuh, maka lemak dan protein dalam tubuh dimanfaatkan
oleh tubuh untuk dijadikan energi. Namun saat tubuh membakar lemak,
terbentuklah sisa pembakaran yang disebut keton. Keton menumpuk dalam darah dan
mengalir ke dalam air seni. Karena keton ini lebih asam daripada jaringan tubuh
yang sehat, kadar keton yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan terjadinya
kondisi serius yang disebut ketoasidosis. Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan sering kencing,
mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernapasan
menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Napas penderita tercium seperti bau aseton. Ketoasidosis diabetikum bisa
berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.
to be continued
Dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:
Posting Komentar